Exposkota.com– Riuh tawa anak-anak berpadu dengan gemericik air di The Jungle Water Park, Bogor. Di balik canda dan kegembiraan itu, tersimpan kisah tentang perjalanan panjang para atlet muda—latihan yang melelahkan, kekalahan yang menguatkan, serta kemenangan yang diraih lewat disiplin dan pengorbanan.
Namun lebih dari itu, tersimpan pula cerita tentang sebuah keluarga besar yang tumbuh bersama: Klub Bola Voli Victory dan para orang tua atletnya.
Sabtu (24/01), keluarga besar Victory berkumpul bukan sekadar untuk berlibur, tetapi merayakan perjalanan yang telah mereka tempuh bersama.

Momen kebersamaan ini menjadi bentuk reward atas prestasi gemilang atlet putra dan putri Victory yang sukses menjuarai Kejuaraan Bola Voli KU 2012 Piala Kadispora DKI—ajang bergengsi yang diikuti klub-klub dari DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga luar provinsi. Sebuah panggung yang bukan hanya menguji teknik, tetapi juga mental dan karakter.
Penghargaan atau apresiasi serupa , tak kalah pentingnya juga diberikan kepada atlet Victory yang menjuarai Kejuaraan Bola Voli KU-13 Kabupaten Bekasi. Berkat hasil tersebut, Victory berhak ambil bagian pada Kejurda antar klub se-Jawa Barat yang akan digelar di Karawang, bulan depan.
Prestasi itu menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten akan semakin kuat ketika ditopang oleh kebersamaan. Di Victory, prestasi tidak pernah berdiri sendiri. Ia lahir dari kekompakan yang terjaga antara pengurus klub, pelatih, orang tua, dan para atlet.

Setiap latihan menjadi ruang belajar bersama, setiap pertandingan adalah ujian kekeluargaan, dan setiap kemenangan adalah milik semua.
Kedekatan dengan orang tua atlet menjadi bagian penting dalam filosofi pembinaan Victory. Klub yang juga tengah mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Antar Klub se-Jawa Barat di Karawang ini meyakini bahwa dukungan orang tua adalah energi utama yang menjaga semangat anak-anak tetap menyala.
Ketua Umum PBV Victory, Hasan Basri, menyebut Victory telah menjelma menjadi rumah kedua bagi para atlet.
Menurutnya, kegiatan kebersamaan seperti ini bukan hanya bentuk penghargaan atas prestasi, tetapi juga cara merawat ikatan emosional antara klub dan keluarga atlet.
“Di sini anak-anak tidak hanya diajarkan bermain voli. Mereka belajar disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan. Sebagai orang tua, kami merasa tenang karena anak-anak berada di lingkungan yang saling mendukung dan peduli,” ujar Heri, salah seorang wali atlet.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Victory, Sari Handayani. Baginya, kemenangan sejati bukan semata soal skor akhir, melainkan bagaimana proses dijalani bersama.
“Bermainlah dengan hati, penuh semangat dan optimisme. Ketika kalian menikmati proses dan tetap kompak, kemenangan akan datang dengan sendirinya,” tuturnya, memberi pesan yang lebih dalam dari sekadar motivasi teknis.
Hasan Basri menambahkan, reward yang diberikan hari itu merupakan simbol penghargaan atas perjalanan panjang para atlet muda, yang tak lepas dari peran orang tua di belakang mereka.
“Setiap tetes keringat anak-anak ini adalah perjuangan. Bonus ini bukan semata hadiah, tetapi pengakuan bahwa kerja keras, dukungan orang tua, dan kebersamaan selalu berbuah,” katanya.

Sebagai salah satu dari empat klub Kabupaten Bekasi yang akan tampil pada Kejuaraan Bola Voli KU 2013 se-Jawa Barat, Victory tak hanya mempersiapkan strategi dan fisik. Yang lebih penting, klub ini terus menjaga api kekeluargaan agar tetap menyala.
Sebab di atas lapangan, teknik bisa dilatih, tetapi karakter dan mental juara dibentuk dari rasa saling percaya.
Di antara tawa yang memenuhi The Jungle hari itu, tersimpan mimpi-mimpi yang sedang tumbuh. Anak-anak itu kelak akan kembali ke lapangan dengan seragam Victory—membawa harapan orang tua, keyakinan pelatih, dan doa dari sebuah keluarga besar yang tak pernah lelah mendukung.
Dan selama kekompakan itu terus terjaga, Victory akan terus melangkah—melahirkan juara, bukan hanya dalam kejuaraan, tetapi juga dalam kehidupan.
(August Suzana)












































