KARANGBAHAGIA – Banjir yang melanda Kecamatan Karangbahagia memaksa ratusan warga bertahan di dapur umum. Di tengah genangan dan keterbatasan, perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.
Selasa (27/1/2026), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi hadir menyalurkan bantuan sekaligus memberikan penguatan bagi warga terdampak. Kehadiran DP3A bukan sekadar membawa logistik, tetapi juga memastikan kelompok rentan tidak terabaikan.
Ketua Tim Perencanaan Keuangan DP3A Kabupaten Bekasi, Pahrudin Ahmad Zarkasih, SKM, melaporkan, bantuan disalurkan ke tiga titik dapur umum. Di Perumahan Graha Permata Pelangi, banjir berdampak pada 30 kepala keluarga atau 75 jiwa, termasuk 22 anak-anak.
Sementara di Perumahan Villa Kencana, jumlah warga terdampak mencapai 138 kepala keluarga atau 371 jiwa, dengan 62 anak-anak. Adapun dapur umum tingkat kecamatan melayani 25 kepala keluarga atau 100 jiwa, termasuk 35 anak-anak.
Pahrudin melaporkan, DP3A hadir bersama Plt Camat Karangbahagia, Kasi PMD, perwakilan Puskesmas Karangbahagia, Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kecamatan, serta Satgas SAPA. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Pendataan di lapangan menunjukkan korban banjir didominasi perempuan dan anak-anak. Kebutuhan mendesak yang masih diperlukan meliputi popok bayi, obat gatal akibat banjir, serta air bersih.
Di tengah bencana, dapur umum menjadi ruang bertahan sekaligus ruang harapan. Kehadiran DP3A menegaskan bahwa penanganan banjir bukan hanya soal logistik, tetapi juga empati dan keberpihakan—agar warga Karangbahagia dapat bangkit ketika air benar-benar surut.(august Suzana)














































