exPosKota-Kejuaraan Silat Tingkat Kabupaten Bekasi yang mulai hari ini diselenggarakan di GOR Tambun, bukan sekadar ajang adu teknik dan strategi di atas gelanggang.
“Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi momentum penting dalam membangun prestasi olahraga daerah sekaligus menjaga warisan budaya bangsa,” ujar Ketua Umum IPSI Kabupaten Bekasi, Imam Sutarto .
Sebagai cabang olahraga asli Indonesia, pencak silat yang dinaungi oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet sejak usia dini.
Kejuaraan yang digelar selama 13-15 Februari ini tidak hanya untuk kejuaraan untuk Usia Dini 1 dan 2, tetapi juga ada kategori pra remaja dan remaja yang sekaligus sebagai seleksi Pekan Olahraga Pelajar Daerah ( Popwilda).

Melalui kejuaraan tingkat kabupaten, para pesikat mendapatkan kesempatan emas untuk mengasah kemampuan, menguji mental tanding, serta menanamkan sportivitas dan disiplin.
Peserta yang ambil bagian dalam kejuaraan ini adalah siswa yang bersekolah di Kabupaten Bekasi serta dengan kelahiran mulai 1 Januari 2009 sampai dengan Desember 2012.
Ajang ini juga menjadi barometer pembinaan di tingkat perguruan dan sekolah. Dari sinilah bibit-bibit unggul disaring untuk dipersiapkan menuju kejuaraan tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Tidak sedikit atlet berprestasi yang mengawali kariernya dari kompetisi tingkat kabupaten sebelum akhirnya bersinar di pentas lebih tinggi.
Selain aspek prestasi, ujar Imam, kejuaraan silat tingkat kabupaten memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Pencak silat yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO menjadi simbol identitas dan kebanggaan bangsa.
Melalui kompetisi ini, generasi muda diajak untuk mencintai budaya sendiri sekaligus memperkuat karakter tangguh, hormat kepada guru, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Pemerintah daerah, KONI, serta IPSI di tingkat kabupaten memiliki tanggung jawab besar menjadikan kejuaraan ini sebagai agenda rutin dan berkualitas.
Dukungan fasilitas, wasit profesional, serta sistem pertandingan yang transparan menjadi kunci agar kompetisi berjalan sportif dan melahirkan atlet-atlet berintegritas.
Dengan penyelenggaraan yang baik dan partisipasi yang luas, kejuaraan silat tingkat kabupaten bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga membentuk generasi pendekar yang siap mengharumkan nama daerah dan bangsa di masa depan.
Para peserta Kejuaraan yang dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan yang bekerjasama dengan RS Hermina, juga semua akan mendapatkan sertifikat terkurasi Puspresnas .
Sertifikat kejuaraan terkurasi Puspresnas merupakan sertifikat dari sebuah ajang lomba/kejuaraan yang sudah melalui proses verifikasi dan pengakuan resmi oleh Puspresnas ( Pusat Prestasi Nasional) yakni lembaga di bawah Kemendikbudristek yang mengelola dan mengembangkan prestasi peserta didik di tingkat nasional. ( augus suzana).













































