EXPOSKOTA — Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang seharusnya menjadi ruang sakral merumuskan masa depan daerah, justru ternoda oleh sikap kurang disiplin sebagian aparatur.
Sebelum rapat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang digelar secara daring selesai, sejumlah pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bekasi terlihat telah meninggalkan ruangan. Padahal, pada saat yang sama, pihak Pemprov Jawa Barat masih menyampaikan pemaparan penting melalui zoom meeting.
Peristiwa ini memunculkan ironi. Di satu sisi, forum tersebut membahas arah pembangunan yang menuntut keseriusan dan komitmen tinggi. Namun di sisi lain, sebagian peserta justru menunjukkan sikap yang seolah abai terhadap proses yang sedang berlangsung.
Mereka , sebagian besar ASN , para Kepala Perangkat Daerah, termasuk para camat , pada balik kanan setelah Plt Bupati Asep Surya Atmaja meninggalkan ruangan karena memang ada tugas lain .
Mentang-mentang Plt Bupati meninggalkan ruangan, mereka sebagian ASN, baik para Kepala Perangkat Daerah dan para camat, ikut-ikutan meninggalkan ruangan.
Dalam forum itu sendiri, pemerintah daerah menegaskan komitmen terhadap sektor-sektor mendasar.
“Kesehatan itu wajib, tidak boleh ada masyarakat yang tidak terlayani. Infrastruktur juga menjadi prioritas, termasuk perbaikan jalan. Begitu juga pendidikan, baik pembangunan sekolah baru maupun rehabilitasi sekolah rusak,” tegasnya.
Pernyataan tersebut seharusnya tidak hanya menjadi retorika, tetapi juga tercermin dalam sikap dan kedisiplinan para pelaksana kebijakan.
Lebih lanjut disampaikan, perencanaan pembangunan harus berbasis data yang akurat serta dijalankan secara efektif, efisien, dan akuntabel agar anggaran benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Musrenbang RKPD Kabupaten Bekasi Tahun 2027 ini dihadiri unsur Forkopimda, DPRD, perangkat daerah, camat, kepala desa, lurah, hingga berbagai pemangku kepentingan, baik secara langsung maupun daring.
Namun kejadian meninggalkan forum sebelum pemaparan selesai menjadi catatan serius. Sebab, pembangunan yang baik tidak hanya ditentukan oleh rencana di atas kertas, tetapi juga oleh etika, komitmen, dan penghargaan terhadap proses.
Satu hal yang juga perlu dicatat atau digarisbawahi, bahwa dari 23 camat yang ada di Kabupaten Bekasi, yang hadir di forum Musrenbang itu bahkan tidak ada separuhnya.
( august suzana)














































