BANDUNG, Exposkota.com – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif Fakrulloh menegaskan komitmennya untuk menjadikan BKN sebagai instansi pembina manajemen ASN yang mampu menghadirkan pelayanan kepegawaian yang mudah, cepat, dan memberikan dampak nyata bagi aparatur sipil negara (ASN).

Hal tersebut disampaikan Prof. Zudan saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Kepegawaian bagi instansi di wilayah kerja Kantor Regional III BKN Bandung, Rabu (9/9/2026).
Di hadapan para pengelola kepegawaian instansi pemerintah, Prof. Zudan meminta agar setiap prosedur pelayanan yang tidak memberikan nilai tambah segera dipangkas. Menurutnya, pelayanan kepegawaian harus menjadi bagian dari upaya memudahkan ASN dalam mengembangkan karier, bukan justru menambah beban administratif.
“Untuk apa mempersulit karier orang. Semangatnya adalah memudahkan karier ASN dengan 15 kebijakan BKN. Kalau BKN sudah memberikan kemudahan, untuk apa ibu bapak yang di tingkat operasional teknis justru memberikan sifat yang menyulitkan,” tegas Prof. Zudan.
Ia menekankan, transformasi pelayanan kepegawaian tidak boleh berhenti pada penerbitan kebijakan. Setiap kebijakan harus benar-benar diterapkan di tingkat operasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh ASN.
Prof. Zudan juga mengingatkan bahwa perubahan kebijakan harus diikuti dengan perubahan cara kerja para pengelola kepegawaian di masing-masing instansi.
Pasalnya, ia masih menerima sejumlah laporan terkait pelayanan kepegawaian yang belum berjalan secara optimal. Di antaranya keterlambatan penyampaian hasil uji kompetensi serta proses pencantuman gelar akademik dan gelar profesi yang dinilai masih mengalami kendala.
Menurut Prof. Zudan, berbagai persoalan tersebut perlu segera dibenahi dengan mengevaluasi kembali setiap tahapan pelayanan. Setiap prosedur harus dipastikan benar-benar diperlukan dan memberikan nilai tambah, bukan sekadar menjadi beban administratif bagi ASN.
“Maka saya betul-betul ingin membuat dunia kepegawaian kita, prosedur-prosedur yang tidak penting itu kita buang. Mari kita dorong pelayanan kepegawaian yang memudahkan,” tegasnya.
Pengelolaan ASN Harus Berdampak
Senada dengan arahan Kepala BKN, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan bahwa pengelolaan ASN harus diarahkan untuk menghasilkan aparatur yang kompeten, berkinerja, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Herman, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung pengambilan keputusan pemerintahan.
Salah satunya melalui aplikasi Satu Data Jawa Barat (Sada Jabar). Pemanfaatan data tersebut dilakukan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus memastikan kebijakan dan program yang dijalankan semakin tepat sasaran.
“Pemanfaatan data kami gunakan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan yang berkembang di masyarakat, sekaligus memastikan kebijakan dan program yang dijalankan semakin tepat sasaran,” jelas Herman.
Perkuat Sinergi BKN dan Instansi Pemerintah
Sementara itu, Kepala Kantor Regional III BKN Bandung, Wahyu, mengatakan Rapat Koordinasi Kepegawaian tersebut mengusung tema “ASN Bergerak, Manajemen Talenta Menguat, Asta Cita Berdampak.”
Kegiatan ini, kata Wahyu, menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BKN dengan instansi pemerintah di wilayah kerja Kantor Regional III BKN, khususnya Jawa Barat dan Banten, dalam mewujudkan pengelolaan ASN yang semakin baik.
“Bersinergi bersama-sama membangun manajemen ASN untuk Jabar dan Banten yang lebih baik dan produktif,” ujar Wahyu.
Melalui rapat koordinasi tersebut, BKN mendorong seluruh instansi pemerintah untuk terus memperkuat manajemen ASN, menyederhanakan pelayanan, serta memastikan setiap kebijakan kepegawaian benar-benar memberikan kemudahan dan mendukung pengembangan karier ASN.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola manajemen ASN yang lebih efektif, profesional, adaptif, dan berorientasi pada kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.
(Rawing)














































