CIKARANG PUSAT – Upaya meningkatkan kompetensi, keterampilan dan profesionalisme petugas pemadam kebakaran di kawasan industri terus dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bekasi.
Salah satunya melalui Lomba Fire Fighter Skills Competition 3 Tahun 2026 yang mempertemukan puluhan regu pemadam kebakaran dari berbagai perusahaan di kawasan industri.
Sebanyak 63 regu dari 43 perusahaan mengikuti kompetisi yang digelar di kawasan Kota Deltamas, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (6/8/2026).
Kompetisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang adu keterampilan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi sekaligus peningkatan kemampuan petugas dalam menghadapi berbagai situasi kebakaran dan kondisi darurat.
Melalui perlombaan,ungkap Kepala Disdamkar Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, para petugas dituntut mampu menunjukkan kecepatan, ketepatan, kekompakan regu serta penguasaan teknik pemadaman. Kemampuan tersebut sangat penting, terutama bagi petugas pemadam kebakaran yang bekerja di tengah risiko tinggi dan membutuhkan respons cepat dalam menjalankan tugas penyelamatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, saat membuka kegiatan mengapresiasi konsistensi Disdamkar dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran.
Menurut Endin, peningkatan kompetensi petugas memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa dan perlindungan masyarakat maupun lingkungan industri.
“Kompetensi dan keterampilan petugas pemadam kebakaran harus terus ditingkatkan. Ini bukan hanya soal perlombaan, tetapi bagaimana kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan ketika menghadapi kejadian kebakaran yang sesungguhnya,” ujarnya.
Sementara itu Adeng Hudaya kembali mengatakan, Fire Fighter Skills Competition juga memiliki nilai kemanusiaan yang kuat. Sebab, semakin terampil seorang petugas, semakin besar pula kemampuannya memberikan pertolongan dan melakukan penyelamatan secara cepat dan tepat ketika terjadi bencana kebakaran.
P0
Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan industri.
Keterlibatan puluhan perusahaan , ungkap Adeng, menunjukkan bahwa penanganan kebakaran membutuhkan sinergi dan kesiapsiagaan bersama. Pemerintah daerah melalui Disdamkar tidak dapat bekerja sendiri, terutama mengingat Kabupaten Bekasi memiliki kawasan industri yang luas dengan potensi risiko kebakaran yang harus diantisipasi.
Karena itu, peningkatan kapasitas petugas pemadam kebakaran di lingkungan perusahaan menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan kebakaran yang lebih cepat, terkoordinasi dan profesional.
Disdamkar Kabupaten Bekasi pun terus mendorong agar kegiatan peningkatan keterampilan dilakukan secara berkelanjutan. Kompetisi menjadi salah satu metode untuk menguji sejauh mana kemampuan personel sekaligus membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan kerja.
Dengan semakin meningkatnya kompetensi petugas pemadam kebakaran, diharapkan respons terhadap setiap kejadian kebakaran dapat dilakukan secara lebih cepat, efektif dan terukur, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat ditekan.
Fire Fighter Skills Competition 3 Tahun 2026 akhirnya bukan hanya menjadi panggung untuk menentukan regu terbaik, tetapi juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Kabupaten Bekasi dalam membangun sumber daya pemadam kebakaran yang tangguh, profesional dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan. (august sss)















































