CIKARANG ( EXPOSKOTA)– Sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota dengan ribuan warga yang setiap hari bekerja, berusaha, maupun menempuh pendidikan di Jakarta, Kabupaten Bekasi membutuhkan sistem transportasi massal yang aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi.
Kehadiran angkutan umum yang berkualitas bukan hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan, menekan angka kecelakaan, serta mengurangi emisi kendaraan.
Komitmen itulah yang terus diwujudkan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perhubungan dengan memperkuat layanan transportasi publik yang terhubung dengan jaringan angkutan massal menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Salah satu program yang telah berjalan hampir satu tahun adalah TransWibawamukti, layanan bus dengan skema Buy The Service (BTS) yang melayani rute Stasiun LRT Jatimulya–Stasiun Cikarang. Kehadiran layanan yang dikenal sebagai “busway”-nya Kabupaten Bekasi ini mendapat respons positif dari masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, bersih, berpendingin udara (AC), serta terjangkau.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Andi Suhandi, mengatakan pihaknya terus membangun konektivitas transportasi publik agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan angkutan massal menuju Jakarta.
Menurutnya, koordinasi yang dilakukan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membuahkan hasil dengan hadirnya layanan TransJabodetabek yang melayani rute Jababeka–Cawang/UKI, sehingga semakin memudahkan mobilitas warga Kabupaten Bekasi menuju pusat aktivitas di Jakarta.
Selain itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan layanan transportasi berbasis rel. Salah satunya adalah rencana perpanjangan layanan Commuter Line yang saat ini berakhir di Stasiun Cikarang menjadi hingga Stasiun Cikampek.
“Ke depan, LRT juga diprogramkan akan diperpanjang hingga Stasiun Cikarang,” ujar Andi.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Firman Arif Sembada, menjelaskan bahwa layanan TransWibawamukti Koridor I (LRT Jatimulya–Stasiun Cikarang) akan mulai memberlakukan tarif flat sebesar Rp4.300 untuk seluruh penumpang, baik perjalanan jarak dekat maupun jauh.

Menurut Firman, penerapan tarif tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan transportasi massal sekaligus mendukung pengembangan jaringan TransWibawamukti.
“Salah satu tujuannya adalah mendukung pengadaan TransWibawamukti Koridor II yang akan melayani rute Stasiun Cikarang–Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi,” jelasnya.
Dengan terus bertambahnya jaringan transportasi massal yang terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap semakin banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Selain memberikan kenyamanan dan efisiensi perjalanan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang modern, ramah lingkungan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri dan permukiman terbesar di Indonesia.( august suzana)














































