exposkota – Upaya menekan risiko banjir di Kabupaten Bekasi masih menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah perbaikan tanggul kritis di sejumlah sungai yang tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus bertahap dengan skala prioritas.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengungkapkan bahwa perbaikan tanggul merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Meski begitu, pemerintah daerah telah mengusulkan perbaikan dan sebagian titik sudah mendapatkan penanganan sementara.
“Harapannya, titik-titik tanggul kritis ini bisa segera ditangani, karena menjadi salah satu penyebab banjir di sejumlah wilayah,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, penanganan banjir akibat luapan sungai merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah berperan dalam normalisasi sungai, sementara BBWS fokus pada perbaikan tanggul. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan sekaligus.
71 Titik Tanggul dalam Kondisi Kritis
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyebutkan bahwa perbaikan tanggul menjadi rekomendasi utama dalam upaya mitigasi banjir. Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat sedikitnya 71 titik tanggul sungai yang berada dalam kondisi kritis.
Rekomendasi tersebut telah disampaikan kepada kepala daerah untuk diteruskan ke pemerintah provinsi hingga pusat. Pihak BBWS pun disebut telah berkomitmen melakukan perbaikan, meski harus dilakukan secara bertahap.
“Jika belum rampung tahun ini, maka akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Kementerian terkait juga sudah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi tanggul,” kata Muchlis.
Dua Sungai Penyumbang Banjir
Dari hasil kajian sementara, dua sungai menjadi penyumbang terbesar banjir di wilayah Bekasi, yakni Sungai Ciherang dan Cikarang-Bekasi-Laut Canal.
Tingginya debit air serta sedimentasi membuat kedua sungai ini kerap meluap, terutama saat curah hujan meningkat.
Kondisi tersebut diperparah dengan pesatnya pembangunan permukiman di sepanjang bantaran sungai.
Akibatnya, sejumlah kecamatan seperti Sukawangi, Tambun Utara, hingga Babelan menjadi wilayah yang paling terdampak banjir.
Perbaikan tanggul yang masih berproses kini menjadi harapan utama. Di tengah ancaman cuaca ekstrem, kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi kunci agar banjir tidak lagi menjadi langganan tahunan bagi warga Bekasi.( augus suzana)













































