Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) menyiapkan program reward bagi wajib pajak yang patuh sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak daerah.
Langkah ini , ungkap Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, menjadi bagian dari strategi awal tahun dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), seiring dimulainya pencetakan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (SPPT PBB-P2) Tahun 2026.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan menjelaskan, pencetakan SPPT PBB-P2 mulai dilakukan pada Jumat (6/2/2026) sebagai upaya percepatan distribusi kepada wajib pajak serta menjaga tren positif capaian PAD yang terus meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah SPPT PBB-P2 akhirnya sudah bisa dicetak walaupun agak terlambat. Keterlambatan terjadi karena Peraturan Bupati harus mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri,” kata Iwan.
Ia menjelaskan, pada tahap awal pihaknya mencetak sekitar 1,3 juta Nomor Objek Pajak (NOP) dengan total target penerimaan mencapai Rp902.872.395.401. Seluruh dokumen tersebut sudah didistribusikan sejak Februari 2026.
Selain percepatan distribusi, Bapenda juga menyiapkan program reward bagi wajib pajak taat dari kategori buku 1 hingga buku 5. Kebijakan ini diharapkan menjadi stimulus nyata agar masyarakat semakin disiplin dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Semoga dengan adanya timbal balik dari pemerintah daerah, masyarakat semakin taat pajak sehingga pendapatan daerah, khususnya dari sektor PBB-P2, dapat meningkat. Dengan begitu pembangunan di Kabupaten Bekasi bisa berjalan dengan dukungan fiskal yang memadai,” jelasnya.
Iwan menambahkan, target PBB-P2 tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu yang berada di angka lebih dari Rp825 miliar. Sementara untuk pajak air tanah, target penerimaan ditetapkan sama seperti tahun sebelumnya dengan pengawasan yang diperkuat melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan tim satuan tugas terkait.
“Capaian pajak air tanah tahun lalu mencapai 100,1 persen. Target PBB tahun 2025 juga melampaui 100 persen. Mudah-mudahan tahun ini hasilnya bisa kembali optimal,” tegasnya. ( augus suzana)














































