TAMBUN – Arena pertandingan bukan sekadar tempat untuk mengejar kemenangan. Di sanalah setiap tetes keringat, rasa lelah, disiplin, dan perjuangan panjang selama latihan menemukan pembuktiannya.
Pesan penuh semangat itu disampaikan Ketua Harian KONI Kabupaten Bekasi, Ir. H. Abdul Halim, saat membuka Turnamen Silat Bekasi Youth di GOR Tambun, Sabtu (22/8/2026).
Di hadapan 230 pesilat dari 26 perguruan, Halim membakar semangat para atlet yang turun bertanding dari kategori usia dini, pra-remaja hingga remaja.
“Ini kesempatan kalian untuk membuktikan hasil kalian latihan. Jerih payah kalian. Kalian jungkir balik selama latihan, di sinilah kalian membuktikan prestasi terbaik kalian,” ujar Halim.
Menurutnya, pertandingan memiliki peran penting dalam perjalanan seorang atlet. Sebab, latihan yang dilakukan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak akan memiliki makna maksimal apabila tidak dibawa ke dalam suasana kompetisi.
“Tanpa adanya pertandingan, jerih payah atlet tidak akan bisa dibuktikan. Karena pertandingan inilah tempat kalian menunjukkan hasil latihan,” tegasnya.
Halim pun mendorong para pesilat untuk tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi menjadikan setiap pertandingan sebagai proses membangun mental, keberanian, sportivitas dan pengalaman bertanding.
Sebab, seorang juara tidak lahir hanya dari bakat. Prestasi dibangun melalui latihan keras, kedisiplinan, keberanian menghadapi lawan dan kemauan untuk terus belajar dari setiap pertandingan.
Ajang Pembibitan Menuju Prestasi Lebih Tinggi.
Sementara itu, Ketua Harian IPSI Kabupaten Bekasi, Rahmatullah, mengatakan, Turnamen Silat Bekasi Youth menjadi bagian penting dari proses pembinaan sekaligus pembibitan atlet pencak silat di Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, semakin banyak atlet mendapatkan kesempatan bertanding, semakin terbuka pula peluang untuk menemukan bibit-bibit pesilat potensial yang nantinya dapat dipersiapkan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
“Selain sebagai langkah pembinaan, kegiatan ini juga dalam rangka pembibitan atlet menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi,” kata Rahmatullah, yang akrab disapa Pak RT.
Ia menambahkan, turnamen tersebut juga menjadi salah satu bagian dari persiapan menghadapi kompetisi pelajar tingkat Jawa Barat.
“Salah satunya juga persiapan menuju Popda Jawa Barat tahun depan,” ujarnya.
Dengan melibatkan 26 perguruan, Turnamen Silat Bekasi Youth diharapkan mampu menjadi ruang kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan pencak silat di Kabupaten Bekasi.
Sebanyak 230 pesilat yang ambil bagian bukan hanya sedang memperebutkan medali. Mereka tengah menempa mental, mengukur kemampuan dan mengumpulkan pengalaman untuk perjalanan panjang menuju prestasi.
Dari GOR Tambun, semangat itu kembali ditegaskan: latihan adalah perjuangan, pertandingan adalah pembuktian, dan prestasi adalah hasil dari keberanian untuk terus berjuang. ( August Suzana)














































