CIKARANG SELATAN ( exPoskota.com)-Generasi muda tidak cukup hanya diberi ruang untuk menjadi penonton. Mereka membutuhkan panggung untuk berekspresi, menunjukkan karya, mengasah kreativitas dan membuktikan bahwa ide-ide kreatif mampu menjadi kekuatan ekonomi.
Pesan itulah yang terasa kuat dalam penutupan Gebyar Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Gebrak) Volume 2 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bekasi di Meikarta District 1, Cikarang Selatan, Sabtu (8/8/2026) malam.
Ribuan masyarakat memadati lokasi. Namun Gebrak bukan semata soal keramaian atau hiburan. Di balik panggung pertunjukan, kompetisi, pameran produk kreatif dan kolaborasi budaya, terdapat ruang yang jauh lebih penting: kesempatan bagi generasi muda dan para penggiat ekonomi kreatif untuk tampil dan memperkenalkan karya mereka.
Panggung Gebrak seakan menjadi bukti bahwa ketika ruang diberikan, kreativitas anak muda dapat tumbuh dan tampil percaya diri di hadapan publik.
“Selama dua hari pelaksanaan kegiatan ini, kita telah menyaksikan semangat kreativitas, inovasi, kolaborasi, dan keragaman yang ditampilkan oleh para pelaku ekonomi kreatif, komunitas seni budaya, serta generasi muda Kabupaten Bekasi,” kata Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Mien Aminah, yang hadir mewakili Plt Bupati Bekasi.

Menurut Mien, ruang kreatif semacam ini sangat penting untuk terus diperbanyak. Sebab, banyak anak muda Kabupaten Bekasi memiliki kemampuan dan gagasan kreatif, tetapi membutuhkan ruang untuk menampilkan potensi tersebut.
Melalui Gebrak, mereka tidak hanya memperoleh kesempatan tampil, tetapi juga dapat bertemu dengan komunitas lain, pelaku usaha, masyarakat hingga jejaring yang lebih luas.
“Berbagai pertunjukan seni, kompetisi, pameran produk kreatif, hingga kolaborasi budaya bersama komunitas ekspatriat telah memberikan warna tersendiri sekaligus memperkaya wajah pariwisata Kabupaten Bekasi,” ujar Mien Aminah.
Gebrak pun menjadi bagian dari upaya mengubah cara pandang terhadap Kabupaten Bekasi. Selama ini, Bekasi lebih sering dikenal sebagai kawasan industri. Padahal, di balik kawasan industri tersebut terdapat potensi seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif yang tidak kalah menarik.
“Melalui Gebrak, kita ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Bekasi memiliki kekayaan seni, budaya, potensi wisata, serta sumber daya manusia kreatif yang mampu bersaing dan menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun investor,” ungkapnya.
Kreativitas Jangan Berhenti di Panggung
Mien menegaskan, kreativitas yang telah ditampilkan dalam Gebrak jangan sampai berhenti ketika acara berakhir.
Justru, panggung Gebrak diharapkan menjadi titik awal lahirnya lebih banyak kolaborasi dan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan karya mereka.

Sebab, ekonomi kreatif tidak hanya berbicara tentang produk yang dijual. Di dalamnya terdapat ide, talenta, seni, budaya, teknologi dan keberanian anak muda untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Karena itu, keberadaan ruang kreativitas menjadi penting agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai hobi, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif bahkan membuka peluang ekonomi baru.
“Saya berharap semangat Gebrak tidak berhenti pada penyelenggaraan acara ini saja, tetapi menjadi energi baru untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Mien.
Kolaborasi budaya bersama komunitas ekspatriat juga menjadi warna menarik dalam Gebrak Volume 2. Pertemuan berbagai latar budaya tersebut menunjukkan bahwa seni dan kreativitas dapat menjadi bahasa universal yang mempertemukan masyarakat.
“Kehadiran komunitas ekspatriat dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberagaman budaya dapat menjadi jembatan persahabatan, memperkuat toleransi, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Mien mengajak masyarakat, komunitas, pelaku UMKM dan khususnya generasi muda untuk tidak berhenti berkreasi.
“Mari kita terus berkolaborasi, berinovasi, dan mempromosikan potensi daerah agar menuju Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.
Masyarakat Butuh Ruang Kreatif
Antusiasme masyarakat menjadi sinyal bahwa kegiatan yang memberikan ruang bagi kreativitas lokal mendapat tempat di hati publik.
Adisti, wartawati senior yang meliput kegiatan ini mengapresiasi Gebrak Volume 2. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkenalkan potensi seni, budaya dan ekonomi kreatif yang dimiliki Kabupaten Bekasi.
“Menurut saya, kegiatan Gebrak Volume 2 sangat menarik dan positif. Masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga bisa melihat langsung berbagai kreativitas dan potensi yang dimiliki Kabupaten Bekasi,” ujar Adisti.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Menurutnya, semakin sering ruang kreativitas dibuka, semakin besar pula kesempatan anak muda dan pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya mereka.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang terlibat. Dengan begitu, potensi lokal Kabupaten Bekasi bisa semakin dikenal dan para pelaku ekonomi kreatif juga mendapatkan ruang untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat luas,” tutupnya.
Gebrak Volume 2 akhirnya memang ditutup. Panggung boleh kembali sepi, lampu pertunjukan boleh dipadamkan. Tetapi semangat kreativitas generasi muda dan para penggiat ekonomi kreatif diharapkan tidak ikut padam.
Sebab, sebuah daerah tidak hanya maju karena industrinya, tetapi juga karena mampu memberikan ruang bagi anak mudanya untuk bermimpi, berkarya dan menciptakan peluang.( august suzana)














































