exposkota.com – Keluarga boleh menjadi unit terkecil dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi dari lingkungan inilah kualitas sebuah bangsa sesungguhnya dibentuk.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan sosial, keluarga menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Pola pengasuhan, perkembangan teknologi, pergaulan anak dan remaja, hingga berbagai persoalan sosial dapat memengaruhi ketahanan keluarga apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Karena itu, membangun keluarga yang berkualitas tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan ekonomi. Keluarga juga membutuhkan pengetahuan, ketahanan, kepedulian, komunikasi serta kemampuan menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Mencermati kondisi tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bekasi terus memperkuat upaya peningkatan kualitas keluarga melalui advokasi dan sosialisasi yang menyentuh langsung masyarakat.
Upaya tersebut kembali dilakukan DPPPA Kabupaten Bekasi melalui kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Peningkatan Kualitas Keluarga, yang kali ini berlangsung di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti kader Posyandu, Satgas Sahabat Perempuan dan Anak, Fasilitator Ketahanan Keluarga serta Layanan PPA Kecamatan.
Menariknya, kegiatan tidak hanya menghadirkan materi dari lingkungan pemerintahan, tetapi juga melibatkan tiga lembaga yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial dan penguatan masyarakat, yakni YR-KORBA (Yayasan Rehabilitasi Korban Narkoba), Forum TBM (Taman Baca Masyarakat), dan Yayasan Rangkul Keluarga.
Kepala Bidang Kualitas Keluarga, Data Gender dan Anak DPPPA Kabupaten Bekasi, dr. Aab Sihabudin, mengatakan kolaborasi dengan berbagai lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan masyarakat mengenai bagaimana membangun keluarga yang lebih berkualitas dan tangguh.
Menurutnya, peningkatan kualitas keluarga membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sebab, persoalan keluarga tidak berdiri, melainkan berkaitan erat dengan lingkungan sosial, pendidikan, kesehatan, perlindungan anak hingga kemampuan keluarga mencegah berbagai ancaman sosial.
A
Sementara itu Katim Kualitas Keluarga pada DPPPA Kabupaten Bekasi, Hendrawan, mengatakan, kolaborasi ini salah satu tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas keluarga. Karena keluarga yang berkualitas akan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang berkualitas pula,” ujar Hendra.
Hendra menambahkan, melalui kegiatan tersebut para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendapatkan perspektif dari berbagai lembaga yang selama ini bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat.

YR-KORBA: Keluarga Benteng Pertama Mencegah Narkoba
Salah satu materi penting disampaikan YR-KORBA yang memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya peran keluarga dalam melakukan pencegahan sejak dini.
Keluarga menjadi lingkungan pertama yang dapat mengenali perubahan perilaku anak. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi salah satu kunci agar berbagai persoalan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Penguatan pengetahuan keluarga tentang bahaya narkoba juga menjadi penting, terutama agar orang tua mampu mengenali potensi risiko dan membangun pola pengasuhan yang dapat menjauhkan anak dari lingkungan serta perilaku berbahaya.
Dengan demikian, keluarga tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi benteng perlindungan pertama bagi anak dan remaja.
Forum TBM: Budaya Membaca untuk Meningkatkan Kualitas Keluarga
Sementara itu, Forum TBM memberikan perspektif dari sisi literasi masyarakat. Kehadiran taman baca masyarakat bukan sekadar menyediakan buku, tetapi dapat menjadi ruang belajar, bertukar pengetahuan dan membangun budaya literasi di tengah keluarga.
Keluarga yang dekat dengan aktivitas membaca dan belajar akan memiliki kesempatan lebih besar untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir serta wawasan anak.
Literasi juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Lebih jauh, literasi dapat menjadi bekal bagi keluarga untuk memahami berbagai informasi, menyaring pengaruh negatif dan mengambil keputusan secara bijak di tengah derasnya arus informasi digital.
Karena itu, membangun budaya literasi di lingkungan keluarga merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dari rumah.
Yayasan Rangkul Keluarga: Keluarga Harus Saling Menguatkan
Sementara Yayasan Rangkul Keluarga memberikan penguatan dari sisi ketahanan dan hubungan dalam keluarga.
Keluarga yang berkualitas membutuhkan hubungan yang sehat antaranggotanya. Orang tua dituntut mampu menjadi tempat anak merasa aman untuk bercerita, berdiskusi dan menyampaikan persoalan yang dihadapinya.
Di tengah perubahan zaman, keluarga harus mampu menjadi ruang yang memberikan rasa aman sekaligus membangun karakter. Ketika komunikasi dan kepedulian tumbuh kuat, berbagai persoalan yang dihadapi anak maupun anggota keluarga lainnya dapat lebih cepat diketahui dan ditangani.
Ketahanan keluarga pada akhirnya bukan hanya tentang kemampuan bertahan menghadapi masalah, tetapi juga kemampuan untuk saling mendukung, beradaptasi dan bangkit bersama.
Melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi tersebut, DPPPA Kabupaten Bekasi berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa peningkatan kualitas keluarga merupakan tanggung jawab bersama.
Sebab, keluarga yang kuat akan melahirkan lingkungan yang sehat. Lingkungan yang sehat akan membentuk anak-anak yang lebih terlindungi, berkarakter dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Dan dari keluarga-keluarga berkualitas itulah, masa depan Kabupaten Bekasi dan generasi penerus bangsa dipertaruhkan.
Sementara itu Lurah Bahagia, Choirul Anwar, mengapresiasi kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi warganya. Anwar malah berharap kegiatan serupa ini untuk bisa terus dilakukan di kemudian hari. ( august suzana)















































