BEKASI – Taekwondo bukan sekadar olahraga bela diri yang mengandalkan kekuatan tendangan dan kecepatan gerak. Di balik setiap latihan dan pertandingan, tersimpan pesan tentang hidup sehat, disiplin, keberanian serta pembentukan karakter generasi muda.
Semangat itulah yang terasa dalam Stoner Championship 9. Sebanyak 126 taekwondoin dari berbagai dojang Stoner Kabupaten Bekasi turun ke arena, menguji kemampuan sekaligus mental bertanding dalam kejuaraan yang digelar di Living Grand Wisata, Sabtu (5/9/2026).
Bagi Stoner, kejuaraan tahunan tersebut bukan semata-mata mencari siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang bagi para taekwondoin muda untuk merasakan atmosfer pertandingan dan mendapatkan pengalaman sebelum melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi.
Ketua Stoner Kabupaten Bekasi, Angga Putra, SE, mengatakan Stoner Championship secara rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk komitmen memberikan kesempatan kepada para taekwondoin yang belum sempat mengikuti pertandingan.
“Kejuaraan ini kami buat untuk memberikan panggung kepada taekwondoin Stoner yang belum sempat mengikuti pertandingan. Mereka perlu mendapatkan pengalaman bertanding, membangun mental dan mengukur kemampuan,” ujar Angga.
Menurutnya, olahraga taekwondo memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar prestasi.
“Taekwondo bukan hanya soal menang dan kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita terbiasa hidup sehat, disiplin, berani, percaya diri dan mampu mengendalikan diri,” katanya.

Ia berharap semakin banyak anak dan remaja menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan tubuh yang aktif dan sehat, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang produktif dan memiliki karakter kuat.
Memasyarakatkan Olahraga
Dalam Stoner Championship 9, panitia menyediakan 15 piala untuk tiga kelompok terbaik, dengan setiap kelompok terdiri dari lima orang.
Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Bekasi, Master Saipul Rohim, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Menurut Saipul, Stoner Championship merupakan bagian dari proses pembinaan atlet taekwondo sekaligus upaya memperluas budaya olahraga di tengah masyarakat.
“Stoner Championship ini bagian dari pembinaan atlet. Anak-anak tidak cukup hanya berlatih, tetapi harus mendapatkan pengalaman bertanding agar mental dan kemampuan mereka terus berkembang,” ujar Saipul.
Lebih dari itu, Saipul menilai taekwondo dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk memasyarakatkan olahraga sekaligus membangun gaya hidup sehat.
“Olahraga harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Taekwondo tidak hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga untuk menjaga kebugaran, kesehatan dan membentuk karakter,” tegasnya.

Di Kabupaten Bekasi, taekwondo juga berkembang lintas usia. Para atletnya berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa olahraga bela diri Korea Selatan ini telah berkembang menjadi aktivitas positif bagi generasi muda.
Saipul pun berpesan kepada para taekwondoin agar menjadikan olahraga sebagai kebiasaan dan gaya hidup.
“Jangan berolahraga hanya ketika ada pertandingan. Jadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan. Tubuh sehat, pikiran sehat, prestasi pun akan lebih mudah diraih,” pesannya.
Dengan semangat tersebut, Stoner Championship 9 tidak hanya melahirkan juara di atas matras. Lebih penting lagi, kejuaraan ini ikut menanamkan kesadaran bahwa hidup aktif, sehat, disiplin dan sportif merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda Kabupaten Bekasi. ( august suzana)















































