CABANGBUNGIN – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin desa yang dipercaya membawa pembangunan dan pelayanan masyarakat ke arah yang lebih baik.
Pilkades tersebut berlangsung di tujuh desa, yakni Desa Lenggahjaya, Lenggahsari, Sindangjaya, Jayabakti, Setialaksana Jayalaksana dan Sindangsari.
Kemeriahan pesta demokrasi tingkat desa diharapkan tidak hanya menjadi ajang menentukan pilihan, tetapi juga mampu memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat. Perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai memutus hubungan silaturahmi antarmasyarakat.
Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cabangbungin, Asep Mulyana, mengingatkan seluruh masyarakat agar menjadikan Pilkades sebagai pesta demokrasi yang berlangsung aman, tertib dan kondusif.
“Boleh beda pilihan, tetapi tetap bersaudara. Jangan karena perbedaan pilihan kemudian kita terpecah atau bermusuhan,” pesan Asep Mulyana.
Menurutnya, siapapun calon yang menjadi pilihan masyarakat harus dihormati. Yang terpenting, seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan dengan suasana yang sejuk serta tetap mengedepankan persatuan dan kepentingan bersama.
Asep juga mengajak para calon kepala desa, pendukung, tokoh masyarakat dan seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah selama proses Pilkades.
“Mari kita sama-sama menjaga kondusifitas wilayah. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar dan jangan sampai perbedaan pilihan menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap, setelah seluruh proses Pilkades selesai, masyarakat dapat kembali bersatu dan mendukung kepala desa terpilih dalam menjalankan roda pemerintahan serta membangun desa.
Sebab, lanjutnya, tantangan pembangunan desa ke depan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah desa tidak akan mampu bekerja maksimal tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat.
“Siapapun yang terpilih nantinya adalah bagian dari masyarakat kita. Mari kita dukung bersama demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Asep.
Beda pilihan bukan alasan untuk bermusuhan. Pilkades boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan dan persatuan harus tetap menjadi yang utama.
Sesuai tahapan Pilkades, pada 9 September dilaksanakan penetapan calon dan pengocokan bendera, sedangkan pelaksanaan pemilihan pada 20 September 2026. ( Augus ssd)















































